Alumni Jabal Hikmah Berhasil Mengembangkan Usaha Hidroponik
Salah satu Alumni Pondok Pesantren Jabal Hikmah berhasil mengembangkan usaha hidroponik
Oleh : Sadiatul Ahadiah & Maulidia Aini |
LOMBOK TIMUR, EXPOSE.JABALHIKMAH.ORG – Salah satu Alumni Pondok Pesantren Jabal Hikmah berhasil mengembangkan usaha tanaman hidroponik bernama Mohammad Khairul Aprianul Alumni angkatan 2018 bersama dengan istrinya. Usaha Hidroponik tersebut berlokasi di rumahnya di Desa Suangi Kecamatan Sakra. Dia memilih usaha ini karena tanaman hidroponik ini tidak mengenal musim panas atau hujan (kembalit atau kentaun).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh team Jeha Expose, Dalam proses panennya bisa diatur dengan system peremajaan yang dilihat atau dikondisikan dengan jarak tanamnya, jika daunya sudah menyentuh dengan daun yang lain maka tanaman tersebut dapat dipindahkan ke lubang yang lebih besar.
Dari keterangannya, Khairul menyebutkan, Hidroponik ini yang paling intinya adalah di air, hama dan lain-lain, tidak ada masalah dengan berapa PH airnya dan PPM, dia menggunakan alat namanya TDS dan PTL Meter. “kalau TDS Meter ini untuk mengukur PPM atau Nutrisi air, air yang bagus itu air bakunya, maksudnya air yang belum diberikan nutrisi 150 ke bawah, kalau PHnya yang bagus itu 5,5 sampai 6,5 harus jeli dalam mengatur PPM dan PTL air tersebut” tegasnya.
Berkaitan dengan modal dalam mengembangkan usaha ini, dia meminjam uang ke teman-temannya. Modal yang dibutuhkan dalam usaha ini sebesar 7 juta. Tapi dia dapat 5 juta dari temannya, sisanya dia tambahkan sendiri.
“modalnya, Alhamdulillah saya dikasih minjam di Zainul Hasbi dan Muhsinin yang bekerja di Malaysia, mereka mendukung usaha ini sehingga mereka percaya saya bisa menjalankan usaha ini”, tambahnya.
Usaha hidroponik ini dilakukan setelah menikah, dan termotifasi oleh salah seorang yaitu ustadz Imam S. Yamin, beliau menyarankan usaha ini lalu mencari tahu tentang hidroponik sehingga tertarik dan mempelajarinya selama 2 sampai 3 bulan tanpa ada guru pribadi yang mengajarkannya. “ini semua saya pelajari sendiri setelah ustadz Imam S. Yamin menyarankan untuk usaha ini”, tambahnya.
Dalam penjelasannya, Justru setelah menjalankan tanaman hidroponik ini, ternyata banyak dosennya di IAIH dan teman-temannya yang menekuni hidroponik ini, di Lombok banyak yang menekuninya hanya saja di Lombok Selatan yang masih jarang.
“Kebanyakan orang takut berusaha karna mereka melihat besarnya modal itu, besarnya modal maka besarlah keuntungan yang kita dapat seperti hidroponik ini. Awalnya masyarakat tidak ada yang yakin dengan hidroponik ini maksudnya mereka itu bingungkan airnya mengalir, mereka pikir air yang di gunakan ini sekali pakai, tapi sebenarnya air ini muter. Dan masyarakat yang tidak yakin diberikan menyaksikan hidroponik ini” ujarnya. (Diah & Lidia)

Facebook Comments